Hadits Arbain
Kajian Hadits Arbain An-Nawawi – Haram dan ahalal – 30/42

Hadits ini adalah hadits yang menuai kritik karena poisis Abu Tsa’labah Al Khusyani ada dalam hadits itu. Kritik juga muncul apakah hadits ini Marfu (ucapan langsung dari Rasulullah) atau Mauquf (Diceritakan oleh sahabat).

Beberapa ulama menyatakan bahwa adalah salah satu sahabat yang ikut berperang dalam perang Badar. Jika demikian maka perlu diragukan juga cerita yang menyertai Tsa’labah. Berikut adalah hadits   yang berkait dengan para sahabat yang pernah ikut perang Badar.

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَنْ يَدْخُلَ النَّارَ رَجُلٌ شَهِدَ بَدْرًا وَالْحُدَيْبِيَةَ

Dari Jabir berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Tidak akan masuk neraka orang yang ikut dalam perang Badar dan Peristiwa Hudaibiyah.” HR. Ahmad. No. 14725

Kembali pada pembahasan utama tulisan ini. Tentu Ulama besar sekaliber Imam Nawawi telah melewati seleksi ketat terhadap hadits yang dimasukan dalam Kitab Arbainnya.

Hadits ke 30 ini berbicara tiga hal penting

1. Melaksanakan hal yang wajib
2. Menghindari hal yang haram
3. Rahmat sebuah perkara.

#1. MELAKSANAKAN HAL YANG WAJIB

Semua telah jelas apa yang diwajibakan kepada hambanya. Semua pekerjaan yang wajib dikerjakan pasti memiliki manfaat yang dapat dirasakan. Misalnya dalam hal ini ketentuan tentang wajibnya Sholat.

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. QS. Al-Baqarah [2] : 110.

Di ayat lain juga dijelaskan tentang kewajiban sholat sebagai media untuk mengingat Allah

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. QS. Thaahaa [20]:14

Tidak hanya sholat yang diwajibkan Zakat, Puasa pada bulan suci Ramadhan juga bagian dari kewajiab yang harus ditunaikan bagi seorang muslim.

#2. MENGHINDARI HAL YANG HARAM

Begitu juga sebaliknya Allah melarang perbuatan-perbuatan yang memang sudah dilarang. Dalam contoh disini misalnya tentang larangan kepada orang Yahudi untuk tidak menggunakan riba dalam bermuamalah. Kemudian larangan ini diterapkan juga pada Umat Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam

فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا – وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

“Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) Dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan disebabkan mereka memakan riba, Padahal Sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” QS. An-Nisaa’: [3] : 160-161)

Larangan untuk menghindari riba juga tertuang dalam hadits. Hadits berikut menggambarkan betapa mengerikan ilustrasi dari riba.

Dari Samrah bin Jundub radliallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pada suatu malam aku bermimpi dua orang menemuiku lalu keduanya membawa aku keluar menuju tanah suci. Kemudian kami berangkat hingga tiba di suatu sungai yang airnya dari darah. Disana ada seorang yang berdiri di tengah sungai dan satu orang lagi berada (di tepinya) memegang batu. Maka laki-laki yang berada di tengah sungai menghampirinya dan setiap kali dia hendak keluar dari sungai maka laki-laki yang memegang batu melemparnya dengan batu kearah mulutnya hingga dia kembali ke tempatnya semula di tengah sungai dan terjadilah seterusnya yang setiap dia hendak keluar dari sungai, akan dilempar dengan batu sehingga kembali ke tempatnya semula. Aku bertanya: “Apa maksudnya ini?” Maka orang yang aku lihat dalam mimpiku itu berkata: “Orang yang kamu lihat dalam sungai adalah pemakan riba'”. HR. Bukhari. No. 1943

Sudah jelas semua hal yang oleh Allah larang dan dijadikan hukumnya haram. Maka tidak ada ampun bagi mereka yang tetap melakukan perbuatan yang sudah Allah larang dan haramkan.

#3. RAHMAT SEBUAH PERKARA

Wajib dan Haram sudah jelas tertuang dalam ajaran-ajaran yang ada dalam Al-Quran dan Hadits. Para ulama menjelaskan lebih detil dalam kitab-kitab mereka tentang mana yang haram dan wajib. Begitu juga ulama Madzhab (Syafi’i, Hambali, Maliki dan Hanafi) sudah sangat sepesifik menjelaskan sebuah perkara dari sisi hukum (baik wajib, sunah, haram, halal dan seterusnya).

Bagiamana jika sesuatu tidak dibicarakan maka secara sepesifik maka itu bagian dari rahmat Allah Ajawajjala kepada hambanya yang harus disikapi dengan bijaksana.

SEMOGA BERMANFAAT
Terus dan senantiasa berdzikir dengan mengucapkan
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Subhanallah wa bihamdihi subhaanallaahil azhim
“Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung”

Related Post

Kajian Hadits Arbain An-Nawawi – Menjaga Lis... Pepatah lama bilang "mulutmu harimau mu" adalah nyata dan benar. Banyak konflik terjadi diseputar kita gara-gara tidak bisa mengendalikan mulut. Peris...
Kajian Hadits Arbain An-Nawawi – Meringankan beban... Hadits ini adalah sebuah cerminan yang sangat luar biasa bagi seorang muslim agar senantiasa mendapatkan limpahan rahmat dan kasih sayangnya. Banyak c...
Kajian Hadits Arbain An-Nawawi – Wali Allah – 38/4... Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa akan menolong hambanya yang menyerukan kepada kebaikan, saling menasihati dan mencintai sesama muslim dengan...