arbain nawawi - tehuh pendirian
arbain nawawi - tehuh pendirian

Inti dari hadits ini adalah bagaimana seorang muslim memegang pesan-pesan yang terkandung dalam ajaran Al-Quran dan Hadits. Tentu pesan-pesan itu adalah pesan-pesan tentang bagaimana melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hadits Arbain No. 28 ini berbunyi sebagai berikut.

عَنْ أَبِي نَجِيْحٍ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَاريةَ رَضي الله عنه قَالَ : وَعَظَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ الله عليه وسلم مَوْعِظَةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوْبُ، وَذَرِفَتْ مِنْهَا الْعُيُوْنُ، فَقُلْنَا : يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ، فَأَوْصِنَا، قَالَ : أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ   عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفاً كًثِيْراً. فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ   وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam memberikan kami nasehat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran. Maka kami berkata : Ya Rasulullah, seakan-akan ini merupakan nasehat perpisahan, maka berilah kami wasiat. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena di antara kalian yang hidup (setelah ini) akan menyaksikan banyaknya perselisihan. Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat. HR. Abi Dawud. No 4607

Taqwa sendiri dimaknai dengan menjauhi apa yang Allah cegah dan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah.

Hadits ini berbicara khusus tentang wasiat Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam. Wasiat itu mengandung 4 pesan utama;

#1. Taqwa Kepada Allah. Secara tulus dan ikhlas melaksanakan apa yang Allah perintahkan meski berat untuk melaksanakannya. Sebaliknya menjauhi apa yang betul-betul Allah larang. Mintalah untuk dikuatkan menjalankan perintah dan cegahan-Nya

#2. Patuh pada pemimpin. Patuhi pemimpin meski ia berasal dari seorang budak. Tentu pemimpin di sini adalah pemimpin yang telah mampu menjaga ketakwaan pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

#3. Teguh pada ajaran Rasulullah. Memegang erat (gigit dengan geraham) apa yang disampaikan oleh Rasulullah melalui Al-Quran dan Sunah.

#4. Menghindari perkara-perkara yang diada-adakan. Penting untuk menghindari hal-hal yang diada-ada dalam urusan agama. Hanya pada Al-Quran dan Sunah jika dalam urusan agama.

Jika empat pesan ini dijalankan secara konsisten dari mulai individu muslim maka yang dikhawatirkan Rasulullah tentang akan terjadinya perselisihan dan perpecahan akan dapat diperkecil peluangnya.
SEMOGA BERMANFAAT

Terus dan senantiasa berdzikir dengan mengucapkan

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Subhanallah wa bihamdihi subhaanallaahil azhim

“Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung”