zuhud mendekatkan pada allah
zuhud mendekatkan pada allah

Inti dari zuhud adalah mengontrol perilaku dan tindakan kita. Baik terhadap dunia maupun perilaku kita terhadap sesama manusia. Sikap zuhud terhadap dunia adalah dengan berhati-hati agar harta yang didapatkan benar-benar tidak melanggar ketentuan yang telah Allah tetapkan, begitu juga bagaimana perilaku kita terhadap harta yang telah dimiliki.

Begitu juga sikap zuhud terhadap manusia. Menjaga lisan dan bertenggang rasa sesama manusia adalah bentuk dari sikap zuhud. Kebalikan dari zuhud adalah berlebih-lebihan. Berlebih-lebihan dalam memperlakukan harta juga kebalikan dari sikap zuhud.

Kali ini kami akan membahas tentang kajian hadits Arbain An-Nawawi yang ke 31 berkait dengan zuhud. Hadits yang dimaksud sebagai berikut;

عَنْ أَبِي الْعَبَّاس سَهْل بِنْ سَعْد السَّاعِدِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : ياَ رَسُوْلَ اللهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِيَ اللهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ، فَقَالَ : ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبُّكَ اللهُ، وَازْهَدْ فِيْمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبُّكَ النَّاسُ .

Dari Abu Abbas Sahl bin Sa’ad Assa’idi radhiallahuanhu dia berkata : Seseorang mendatangi Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau berkata : Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku sebuah amalan yang jika aku kerjakan, Allah dan manusia akan mencintaiku, maka beliau bersabda: Zuhudlah terhadap dunia maka engkau akan dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia maka engkau akan dicintai manusia. HR. Ibnu Majah. No. 4102

Sebelum melanjutkan membaca lebih jauh silahkan dalami dahulu pemahaman tentang hadits diatas.

Hadits diatas memiliki pemahaman sebagai berikut;

#1. Dicintai Allah dan Manusia. Amalan yang akan menjadikan seorang mu’min dicintai tidak hanya manusia tapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai-Nya

#2. Zuhud Terhadap dunia. Bersikap zuhud terhadap dunia adalah sebuah sikap kehati-hatian terhadap urusan dunia. Dengan mengontrol kecintaan pada dunia pada batas-batas sesuai dengan ketentuan Allah. Tidak berlebihan apalagi melanggar ketentuan yang Allah tetapkan terhadap dunia.

#3. Zuhud terhadap manusia. Sikap zuhud kepada urusan manusia. Sikap zuhud ini tercermin dari akhlak dan tindakan seorang muslim terhadap sesamanya. Menjaga lidah dan tidak menyakiti manusia adalah salah satu sikap zuhud terhadap manusia.

Dari dua sikap itu niscaya Allah dan manusia akan mencintainya.

Dari pembahasan diatas dapat dipahami bahwa pada prinsipnya zuhud adalah sebuah cara seorang muslim menyikapi apapun di dunia ini baik terkait urusan dunia maupun urusan antar sesama manusia. Allah sudah membuat garis tegas bagaimana seorang mu’min menyikapi keduanya.

Berikut ini adalah beberapa sikap dan perilaku zuhud terhadap

PRILAKU ZUHUD TERHADAP DUNIA

#1. Taat Ibadah. Bukti ketaatan pada Allah dengan senantiasa menjalankan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala
#3. Yakin pada Allah. Meyakini bahwa Allah akan memenuhi semua keperluannya. Memberi rasa cukup dalam hati terhadap apa yang diterima.
#4. Membelanjakan hartanya. Hartanya dibelanjakan hanya untuk mencari keridhaan kepada Allah.
#5. Proporsional dalam memenuhi hajat hidup. Meski diberi kekayaan yang melimpah hanya yang betul-betul bermanfaat yang ia akan belanjakan.
#6. Selalu Syukur. Senantiasa bersyukur atas apa yang Allah berikan.

PRILAKU ZUHUD TERHADAP MANUSIA

#1. Menyayangi sesama. Allah sangat mencintai hamba-Nya kepada seorang Mu’min yang memancarkan kasih sayang kepada sesam makhluk Allah. Tidak menyakiti apalagi menganiaya.
#2. Hormat pada orang tua. Jika hormat kepada orang lain mampu dan sangat piawai. Maka hormat kepada orang tua harus lebih dari itu. Tidak ada reward langsung dari menghormati orang tua. Tapi doa dan keridhaan orang tua akan mewujudkan apa yang terbaik bagi anaknya.
#3. Mendidik keluarga dengan benar. Jagalah keluarga dari api neraka. Kewajiban seorang kepala keluarga (suami) menjaga dan mendidik istri dan anak-anaknya dari api neraka. Penuhi itu seperti anda memenuhi keperluan dunia lainnya.
#4. Menjaga ucapan. Ucapan yang menyakitkan tetap saja tidak baik. Bahkan ketika ucapan menyakitkan mengiri sedekah akan melunturkan dan menggugurkan pahala dari perkataan yang tidak menyakitkan.
#5. Menghormati tetangga. Cermin selanjutnya adalah sebagai cerminan kezuhudan kepada manusia adalah menghormati tetangga. Perkara sangat mudah tapi sulit dilakukan. Berpuluh-puluh kilo menemui kawan untuk silaturahmi tapi tetangga disebelah kanan dan kiri luput dari pandangan.

Jika perilaku zuhud ini secara sempurna dilakukan maka tentu seorang mu’min akan mendapatkan reward. Reward dari apa yang dilakukan dalam menjalani zuhud.

HIKMAH DAN MANFAAT ZUHUD

#1. Tuma’ninah. Hatinya tenang. Tidak ada rasa takut sedikitpun. Hatinya sudah bulat bahwa Allah pasti akan membantu, apapun kesulitan dan kesusahan yang diderita.
#2. Syukur yang mendalam. Kehidupannya selalu diliputi rasa syukur. Apapun yang ia terima. Meski faktanya yang ia terima tidak sesuai dengan apa yang ia minta.
#3. Rasa cukup. Rasa cukup sangat penting ketika keinginan yang terus menerus menghantui kehidupan.
#4. Terjaga dari maksiat. Intensitas ibadah yang terjaga secara berkelanjutan telah memunculkan iffah. Terpelihara dari sikap tercela menjauhkan dari hal-hal yang jelas haram, makruh dan tercela.
#5. Teduh dan tenang. Cerminan dari terpeliharanya sikap zuhud.

Jika sudah memahami itu semua maka ayat berikut ini akan sangat relevan dalam kehidupan manusia.

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. QS. Al-Hadid [57] : 20

Kami berpandangan bahwa zuhud bisa dilakukan oleh siapa saja. Tidak harus seorang yang menjalani tasawuf secara utuh dan total. Semoga tulisan ini memberikan pemahaman tentang bagaimana seorang mu’min menjalani kezuhudan ditengah-tengah hiruk pikuk dunia saat ini.

SEMOGA BERMANFAAT

Terus dan senantiasa berdzikir dengan mengucapkan

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Subhanallah wa bihamdihi subhaanallaahil azhim

“Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung”