Asmaulhusna Assalam
Asmaulhusna Assalam

Nomor. 5

Nama. Assalam

Arti. Allah yang memberi keselamatan

Arab. السَّلاَمُ

Inggris. The Embodiment of Peace

Makna. Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang memberikan keselamatan dan kesejahteraan kepada hambanya. Keselamatan di dunia dan di akhirat.

Para Sahabat Dzikir. Materi yang ke lima dari rangkaian Asmaulhusna saat ini adalah Asmaulhusna yang ke 5. Nama Allah dalam urutan ke 5. Setelah sebelumnya kita telah membahas tentang [1] Arrahman, [2] Arrahim, [3] Al-Malik, dan [4] Al-Qudus

Ada sebuah doa yang sering sekali kita panjatkan. Hampir dalam semua kesempatan kita selalu memanjatkan doa ini. Orang Indonesia menyebut doa ini dengan nama doa “Sapu Jagat”, karena makna dan kandungan dari doa ini menyapu seluruh permintaan baik di dunia dan permintaan baik dan selamat sampai ke akhirat. Doa itu adalah;

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar

“Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. QS. Al-Baqarah [2]:201

Doa diatas adalah doa dimana kita menginginkan kebaikan [1] di dunia. Apapun bentuk kebaikan itu; anak dan istri saleh, rezeki harta tercukupi dan seterusnya juga [2] kebaikan di akhirat. Kebaikan di akhirat seperti; diselamatkan dari adzab kubur, keselamatan di alam mahsyar dan seterusnya. Terakhir [3] dilindungi dari adzab siksa neraka.

Kaitannya dengan keselamatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan Doa seperti yang diceritakan sahabat Tsaubah.

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ قَالَ الْوَلِيدُ فَقُلْتُ لِلْأَوْزَاعِيِّ كَيْفَ الْاسْتِغْفَارُ قَالَ تَقُولُ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Dari Tsauban dia berkata; “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai shalat, beliau akan meminta ampunan tiga kali dan memanjatkan doa ALLAAHUMMA ANTAS SALAAM WAMINKAS SALAAM TABAARAKTA DZAL JALAALIL WAL IKROOM (Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang memberi keselamatan, dan dari-Mulah segala keselamatan, Maha Besar Engkau wahai Dzat Pemilik kebesaran dan kemuliaan).” Kata Walid; maka kukatakan kepada Auza’i “Lalu bagaimana bila hendak meminta ampunan?” Jawabnya; ‘Engkau ucapkan saja Astaghfirullah, Astaghfirullah.” HR. Muslim. No. 931

Setiap selesai sholat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

allaahumma antas salaam waminkas salaam tabaarakta dzal jalaalil wal ikroom

Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang memberi keselamatan, dan dari-Mulah segala keselamatan, Maha Besar Engkau wahai Dzat Pemilik kebesaran dan kemuliaan

Doa diatas mengharapkan sekali kita sebagai manusia “Keselamatan”, pengharapan kepada Allah yang memberikan jaminan atas keselamatan.

Berbicara tentang keselamatan maka ada delapan perkara “Keselamatan” yang hendaknya kita selalu meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’la.

#1. SELAMAT DARI FITNAH DUNIA

Para Sahabat Dzikir dalam Al-Quran banyak ayat yang menceritakan tentang fitnah. Fitnah adalah potensi masalah. Dari masalah itulah manusia diuji dan dicoba. Banyak cara manusia diuji. Ada yang diuji dengan hartanya, anaknya bahkan istrinya.

Berikut adalah ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang fitnah dunia.

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. QS.Al-Anfal [8] : 28

Dalam ayat diatas harta dan anak-anak adalah cobaan dan ujian. Tapi sebaliknya jika harta dan anak-anak dapat menjadi sebab ibadah dan pengabdian lebih yang lebih tulus maka ia akan mendapatkan pahala yang besar.

Dalam surat Al-Imran [3] Allah lebih sepesifik lagi jenis cobaan dan ujian di dunia.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).QS. Al-Imran [3] : 14

Maka banyak-banyaklah berdoa menggunakan doa “sapu jagat”, agar kita diberi keselamatan atas fitnah dan ujian (keselamatan di dunia). Mungkin kita berupaya sekuat tenaga menghindari agar selamat tapi Allah lah yang memberikan keselamatan.

Satu hal Allah memberikan tip agar terhindar dari fitnah seperti tertuang dalam surat AL-Jin [72]

وَأَن لَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُم مَّاءً غَدَقًا

Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak). QS.Al-Jin [72]: 16

Dalam ayat diatas bahwa dengan tetap lurus berjalan sesuai dengan aturan Islam, Allah pasti akan memberikan “air segar” (rezeki) dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala

#2. SELAMAT DARI GANGGUAN SETAN

Meminta keselamatan yang kedua adalah selamat dari godaan setan. Setan telah berikrar untuk mengganggu manusia sampai dunia ini berakhir upayanya akan dirancang dengan segala cara (digoda dari penjuru mata angin dari depan, belakang samping). Ikrar dan usaha keras tergambar dalam Surat Al-A’raf [7]

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ | ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). QS. Al-A’raf [7] : 16-17

Meski demikian Allah Subhanahu wat’ala memberikan keselamatan (jaminan keselamatan) atas godaan setan. Seperti tertuang dalam Surat Saad [38]

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ | إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka. QS. Saad [38] :82-83

Hanya orang yang berbuat amal secara tulus yang akan selamat dari gangguan setan. Harta yang disedekahkan ia berikan secara sembunyi, sembunyi dan cepat melupakan atas harta yang ia sedekahkan. Dengan demikian semakin sempit ruang bagi setan untuk menggoda manusia.

Selain hati yang tulus ikhlas, Allah memberikan pencegahan bagaimana agar terhindar dari godaan setan. Seperti tertuang dalam ayat berikut.

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan jika setan mengganggu mu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. QS. Fushshilat [41]:36

Dalam Hadits  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan agar terlindung dari makhluk Allah yang jahat seperti dalam hadits berikut ini.

 خَوْلَةَ بِنْتَ حَكِيمٍ السُّلَمِيَّةَ تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ

Khaulah bintu Hakim As Sulamiyyah berkata; aku mendengar Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang singgah pada suatu tempat kemudian dia berdo’a: ‘A’AUUDZU BI KALIMAATILLAHIT TAAMMAH MIN SYARRI MAA KHALAQ (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan), ‘ niscaya tidak akan ada yang membahayakannya hingga di pergi dari tempat itu.” HR. Muslim. No. 4881

Doa selamat dari godaan setan.

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

‘A’auudzu Bi Kalimaatillahit Taammah Min Syarri Maa Khalaq

Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan

Semoga kita selamat dari rencana dan taktik gangguan dan godaan setan dengan selalu tulus dan ikhlas dalam menjalankan semua ibadah. Dan selalu meminta perlindungan dan pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari godaan setan.

#3. SELAMAT DARI TIPU DAYA NAFSU

Mungkin dari sebagian dari kita bingung untuk membedakan godaan setan dan mana godaan nafsu.

Berikut adalah perbedaan godaan setan dan nafsu.

#1. Godaan setan penuh strategi. Godaan setan, akan menawarkan perbuatan yang paling berat untuk dikerjakan. Jika hati kuat membantah maka ia akan menawarkan pada level yang paling rendah sekalipun. Misalkan bangun subuh, setan menawarkan untuk menunggu sejenak sambil menunggu adzan, jika kita kalah maka akan berlanjut tidur, mungkin sampai pagi. Jika mampu mengalahkan maka anda akan bangun. Tujuan menggoda agar tidak sholat subuh segera.

#2. Nafsu seperti rengekan anak kecil. Ia akan meminta sesuai dengan yang dikehendaki. Ketika anak kecil janji untuk dibelikan sepeda, maka ia akan terus meminta. Nafsu tidak semua buruk. Jika mampu mengelolanya nafsu bisa menuju pada arah positif.

#3. Nafsu bersifat kebendaan. Nafsu biasanya adalah keinginan yang berkait dengan kebendaan. Sementara godaan setan bisa dalam bentuk apapun, termasuk godaan perempuan.

#4. Nafsu bisa berhenti. Nafsu bisa berhenti setelah terpenuhi. Sementara godaan setan akan terus bekerja sampai akhir hidupnya.

Pada dasarnya yang membedakan manusia dan hewan adalah kemampuan mengontrol nafsu. Manusia diberi akal pikiran untuk mengontrol dan mendidik nafsu. Tidak semua nafsu di ikuti meski sangat menginginkan. Aturan dan hukum itulah yang nantinya akan menata kehidupan manusia menjadi mulia, lebih terjaga dan lebih bermartabat.

Jika manusia dibiarkan dan tidak ada hukum tentang perkawinan maka ia akan menikah dan kawin dengan banyak pasangan. Maka dalam Islam untuk urusan pernikahan ada satu aturan khusus yang disebut dengan Fikih Nikah. Dimana aturan dan ketentuan hubungan pasangan laki-laki dan perempuan diatur sedemikian rupa.

Begitu juga dalam hal muamalah dan perniagaan islam juga telah mengelola dengan baik. Nafsu manusia akan berbicara keuntungan ketika bermuamalah maka ketika tidak ada hukum maka semua praktik perniagaan akan dilakukan tidak ada berpatokan pada hukum.

Allah memberikan kabar gembira bagi orang yang betul-betul teguh memegang ketentuan Allah (islam) akan mendapatkan limpahan rahmat. Puncaknya rahmat besar (dimasukan dalam surga Allah) akan segera ia dapatkan. Seperti tergambar dalam surat An-Nisa [4]

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَاعْتَصَمُوا بِهِ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِي رَحْمَةٍ مِّنْهُ وَفَضْلٍ وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَاطًا مُّسْتَقِيمًا

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya. QS.An-Nisa [4]:175

 

#4. SELAMAT DARI TIPU DAYA DUNIA

Dunia ini menyilaukan. Banyak yang lupa karena dunia. Sampai-sampai silaunya dunia membutakan mata hati, tidak lagi peduli dengan aturan halal dan haram. Apa yang dicari? Tentu dunia. Di dunia senang tapi tidak menyenangkan. Kesenangannya semu tidak sesungguhnya. Dalam Surat Al-Hadid [57] dunia ini permainan belaka dan kesenangan yang menipu (مَتَاعُ الْغُرُورِ).

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Al-Hadid [57]: 20

Ayat diatas menggambarkan bahwa kehidupan dunia ini permainan dan melalaikan. Apapun yang dimiliki dan dibanggakan mulai dari perhiasan, harta dan anak-anak adalah sesuatu yang melalaikan. Allah membuat ilustrasi ini seperti seorang petani yang menanami kebunnya dengan tanaman dimana tanaman itu akan kering dan musnah.

Di akhirat kelak ada pertanggungjawaban yang akan diminta atas apapun yang ada di dunia. Bagi yang tidak memanfaatkannya dengan baik maka dunia ini akan membawa maksiat dan tentunya akan membawa adzab. Sementara bagi yang mampu mengelola dunia ini sebagai bekal di akhirat akan mendapatkan ampunan dan keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hal ini dikonfirmasi seperti yang tertuang dalam surat Muhammad [47]

إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۚ وَإِن تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. QA. Muhammad [47]:36

Semoga dunia ini yang kita miliki ini tidak menjadi kita bertambah jauh dan lupa. Justru sebaliknya harta dan dunia ini menjadi alat untuk mencapai rahmat dan keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala

#5. SELAMAT DARI SKARATULMAUT

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada kita agar sungguh-sungguh dalam bertakwa kepada Allah. Menjalankan seluruh perintah-Nya dan tidak menjalankan apa yang benar-benar Allah cegah. Jika hal ini bisa konsisten dilaksanakan dengan tulus dan ikhlas serta mengharapkan keridhaan Allah maka atas izin Allah seorang muslim akan meninggal dalam keadaan muslim. Ayat ini tergambar dalam surat Al-Imran [3]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. QS.Al-Imran [3]:102

Sakaratul (saat-saat sebelum meninggal) maut adalah pertarungan terakhir (the last battle) antara manusia dan setan dimana ia akan menentukan apakah ia akan menjadi seorang muslim atau kufur. Sakratulmaut akan menjadi peluang satu-satunya yang tersisa bagi setan agar ia mampu membelokkan keyakinan sebagai seorang muslim.

Berikut adalah doa yang dibaca ketika hendak mengakhiri salam. Hadits ini diriwayatkan oleh ‘Aisyah Radiallahuanhaa.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ مِنْ الْمَغْرَمِ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masihid Dajal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan hutang.  HR. Bukhari. No. 790

Semoga para sahabat dzikir dilindungi dan diselamatkan dari pertarungan terakhir ini. Jika ini pertarungan terakhir tentu setan akan berusaha sekeras mungkin agar memenangkan pertarungan ini.

#6. SELAMAT DARI SIKSA KUBUR

Alam kubur adalah bagian dari hal gaib. Sebagai seorang muslim kita wajib meyakini hal ini. Percaya kepada hal gaib adalah sebagian tanda keimaman seorang muslim yang bertakwa seperti yang tertuang dalam Surat Al-Baqarah [2]

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan sholat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. QS. Al-Baqarah [2] : 3

Salah satu hal gaib adalah alam kubur. Alam kubur maksudnya bukan daerah kuburan :). Tapi sebuah dimensi alam setelah kematian. Ada rahmat dan nikmat bagi orang yang beriman dan beramal saleh tapi alam kubur juga akan memberikan adzab dan siksa kubur yang sangat pedih. Semoga kita diselamatkan dari alam kubur ini. Dalam surat Ghafir [40] Allah menjelaskan tentang alam kubur

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”. QS. Ghafir [40]:46

Tafsir Al-Qurtuby menjelaskan bahwa  النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا adalah sebagai gambaran Fir’aun diperlihatkan Alam kubur sebelum kematiannya.

Dalam doa di poin ke 5 kita meminta kepada Allah agar diselamatkan dari adzab kubur. Semoga para sahabat Dzikir selalu mengamalkan do’a ini.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ مِنْ الْمَغْرَمِ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masihid Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan hutang.  HR. Bukhari. No. 790

Dalam hadiths lain dijelaskan bahwa perbuatan dosa kecil saja dapat mengakibatkan adzab kubur. Maksud dosa kecil adalah tidak menjaga kencing (tidak menjaga dari percikan kencing). Hadits itu adalah sebagai berikut.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفِّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua buah kuburan. Lalu Beliau bersabda, “Sungguh keduanya sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling menebar namiimah.” Kemudian Beliau mengambil pelepah basah. Beliau belah menjadi dua, lalu Beliau tancapkan di atas masing-masing kubur satu potong. Para sahabat bertanya,”Wahai, Rasulullah. Mengapa Rasul melakukan ini?” Beliau menjawab,”Semoga mereka diringankan siksaannya, selama keduanya belum kering.” HR. Bukhari. No. 209

Semoga kita terhindar dan selamat dari siksa dan adzab kubur

#7. SELAMAT DARI DERITA ALAM MAHSYAR 

Alam Mahsyar adalah hal gaib dimana kita hendak meyakini bahwa hal itu ada dan akan terjadi. Keyakinan terhadap Gaib salah satunya adalah Alam Mahsyar.

Mari kita lihat gambaran Alam Mahsyar melalui hadits berikut ini;

#1. Manusia berjalan telanjang dan tanpa alas kaki. Setelah dibangkitkan manusia digiring. Mereka berjalan tanpa alas kaki dan telanjang. Ketika itu manusia kondisinya sibuk dengan diri masing-masing, tidak lagi memperdulikan lagi pakaian.

عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ النِّسَاءُ وَالرِّجَالُ جَمِيعًا يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَائِشَةُ الْأَمْرُ أَشَدُّ مِنْ أَنْ يَنْظُرَ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ

Dari Aisyah berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Manusia dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan kulup.” Aku bertanya: Wahai Rasulullah, wanita-wanita dan lelaki-lelaki semua saling melihat satu sama lain? Beliau menjawab: “Wahai Aisyah, permasalahannya lebih sulit dari saling melihat satu sama lain.” HR.Muslim.No. 5102

#2. Jarak matahari sejauh 1 mil. Sementara mereka berjalan. Jarak matahari dengan pijakan hanya sejauh 1 mil (kurang lebih 1600 meter). Karena dekatnya manusia menderita karena keringatnya. Ada yang tenggelam mulai mata kaki sampai, bahkan ada yang benar-benar tenggelam.

الْمِقْدَادُ بْنُ الْأَسْوَدِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُونَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيلٍ قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ فَوَاللَّهِ مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيلِ أَمَسَافَةَ الْأَرْضِ أَمْ الْمِيلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ قَالَ فَيَكُونُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى كَعْبَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى حَقْوَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا قَالَ وَأَشَارَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيهِ

Al Miqdad bin Al Aswad berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ” Pada hari kiamat, matahari di dekatkan ke manusia hingga sebatas satu mil -berkata Sulaim bin Amir: Demi Allah, aku tidak tahu apakah beliau memaksudkan jarak bumi ataukah mil yang dipakai bercalak mata- lalu mereka berada dalam keringat sesuai amal perbuatan mereka, di antara mereka ada yang berkeringat hingga tumitnya, ada yang berkeringat hingga lututnya, ada yang berkeringat hingga pinggang dan ada yang benar-benar tenggelam oleh keringat.” Al Miqdad berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menunjuk dengan tangan ke mulut beliau. HR.Muslim.No. 5108

Dari gambaran diatas betapa mengerikan alam mahsyar. Hanya kepada Allah kita meminta keselamatan agar terhindar dari kesulitan dan kesusahan saat di Alam Mahsyar.

Ada 7 orang yang akan diselamatkan pada masa dimana tidak ada lagi yang dapat memberikan keselamatan. 7 Golongan ini berdasar pada hadits  Abu Hurairah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; [1] pemimpin yang adil, [2] seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ‘ibadah kepada Rabbnya, [3] seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, [4] dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah; mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah, [5] seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’, dan [6] seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, [7] serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena menangis.” HR. Bukhari. No. 620

Berdasarkan hadits diatas 7 golongan itu adalah;

#1. Pemimpin yang adil. Pemimpin yang bijaksana mendahulukan kepentingan rakyat

#2. Pemuda yang tekun ibadah. Jika orang tua sibuk dengan ibadah itu hal yang biasa. Maka seorang anak muda yang hari-harinya sibuk dengan ibadah kepada Allah akan mendapatkan lindungan dari Allah

#3. Terpaut dengan Masjid. Selalu rajin mendatangi masjid untuk selalu sholat berjamaah

#4. Ukhuwah. Menjalin persahabatan atas dasar perjuangan kepada Allah

#5. Laki-laki menolak maksiat. Seorang laki-laki yang menolak ajakan maksiat wanita cantik lagi kaya. Butuh keimanan kuat untuk mampu menjalankan hal ini.

#6. Menyembunyikan sedekah. Sedekahnya tidak ada yang tahu, meski itu keluarga dekat.

#7. Berdzikir. Memenuhi hari-harinya dengan berdzikir kepada Allah

#8. SELAMAT DARI SHIROTOL MUSTAQIM

Rangkaian lain dari alam gaib adalah jembatan shirotol mustaqim. Kita memohon agar terjaga dan diberi keselamatan dari kesusahan menyebrangi jembatan shirotol mustaqim.

Sesuai dengan namanya shirotol mustaqim adalah sebuah jembatan dimana seseorang yang tidak mampu melewati jembatan ini akan masuk neraka. Sebuah tempat dimana manusia dibalas keburukannya selama di dunia seperti yang digambarkan dalam surat Al-Baqarah [2]

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ ۚ فَمَا أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ

Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka! QS. Al-Baqarah [2]:175

Maka anjuran kepada kita semua agar kita selalu menjaga diri kita dan keluarga dari api neraka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. QS. At-Tahrim [66]:6

Pembahasan Assalam sebagai rangkaian Nama Allah yang ke 5 ini membicarakan beberapa hal 2 hal penting.

#1. Meminta keselamatan Allah. Sekuat tenaga mintalah keselamatan untuk diri kita, keluarga dan keluarga terdekat agar diselamatkan dari keburukan dunia dan akhirat.

#2. Meminta agar diselamatkan dari 8 hal. Selamat dari fitnah dunia, Selamat dari gangguan setan, Selamat dari tipu daya nafsu, Selamat dari tipu daya dunia, Selamat dari sakratulmaut, Selamat dari siksa kubur, Selamat dari derita alam mahsyar dan Selamat dari shirotol mustaqim

SEMOGA BERMANFAAT

Terus dan senantiasa berdzikir dengan mengucapkan

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Subhanallah wa bihamdihi subhaanallaahil azhim

“Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung”

Related Post

Asmaul Husna – Al-Qudus – Maha Suci (4/99) Nomor. 4Nama. Al-Qudus.Arab. الْقُدُّوسُArti. Mahasuci atau maha mensucikanInggris. The Most SacredMakna. Allah suci dari kekotora...