Asmaulhusna -Al-Qudus
Asmaulhusna -Al-Qudus

Nomor. 4

Nama. Al-Qudus.

Arab. الْقُدُّوسُ

Arti. Mahasuci atau maha mensucikan

Inggris. The Most Sacred

Makna. Allah suci dari kekotoran aqidah.

Al-Qudus adalah bagian dari rangkaian nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Al-Qudus ini adalah salah satu nama Allah dari rangkaian Asmaulhusna yang membicarakan tentang Aqidah. Allah suci dari kemusyrikan. Allah suci dari kekurangan. Allah suci dari kelemahan.

Seluruh Nabi mengajarkan tentang tauhid kepada umatnya. Mulai dari Nabi Adam Alaihi Assalam sampai Nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Tauhid menjadi perkara utama dan menjadi pokok landasan keimanan seseorang muslim.

Dalam hadits Arbain dibicarakan tentang syahadat sebagai sebuah ikrar penyucian diri dari Aqidah. Hanya Allah yang berhak disembah dan Rasulullah adalah utusan-Nya.

Untuk membicarakan lebih detail tentang Al-Qudus. Maka 5 poin penting yang akan dibicarakan di sini.

#1. MAHA SUCI ALLAH DARI KEYAKINAN SELAIN ALLAH

Allah bersih dari kepercayaan tuhan selain Allah. Hanya Allah satu-satu yang berhak disembah dan beribadah kepadanya.  Allah menggambarkan ini dalam surat Al-Ikhlas.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ | اللَّهُ الصَّمَدُ | لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ | وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. QS. Al-Ikhlash [112] : 1-4

Dalam Asmaulhusna yang ke 3 Al-Malik dijelaskan bahwa kekuasaan Allah mutlak. Tidak ada yang membandingi tidak pula menyamai.

Hati-hati dengan pemahaman bahwa agama sama. Ini adalah perkara aqidah, tidak ada kompromi didalamnya. Jika sudah menyamakan agama satu dengan agama lain maka itu sama dengan menyandingkan Allah dengan kepercayaan lain.

#2. MAHA SUCI ALLAH DARI PENGGAMBARAN

Menggambarkan atau memodelkan Allah Subhanahuwatalla dengan sesuatu yang baru (selain Allah) tidak boleh.

Pemahaman “tangan Allah” tidak bisa diartikan dengan “tangan” seperti tangan nya manusia. Seperti tergambar dalam surat Adzariyat [51]

وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ

Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa. QS. Adzariyat [51] : 47

بِأَيْدٍ (prular dari يد) dimaknai dengan “Kekuasaan” bukan dengan makanan langsung “tangan”.

Para Sahabat Dzikir hati-hati dengan hal ini. Jika bertemu dengan ayat-ayat mutasyabihat lebih baik tanyakan tentang pemahaman sebenarnya kepada yang jauh lebih mengerti dan paham.

Kunci dari terhindar dari pemahaman-pemahaman keliru adalah meyakini bahwa Allah berbeda dengan makhluk-Nya atau (مخالفة للحوادث). Jadi sebaik apa pun penggambaran itu jika sudah berkaitan dengan penggambaran dengan makhluk (baru) maka, Tolak. Karena Allah jelas-jelas berbeda dengan makhluk-Nya.

Jaman dahulu manusia menggambarkan tuhan dengan patung seperti yang tertulis dalam ayat berikut.

أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ

Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang. QS. Al-A’raf [7] : 191.

#3. MAHA SUCI ALLAH DARI SIFAT SYIRIK

Syirik disini, bukan hanya tidak percaya pada Allah. Tapi juga dalam satu waktu seorang percaya ada kekuatan selain Allah.

Koleksi seperti keris, batu bertuah dan semua benda antik jika hanya dipandang sebagai koleksi dan hobi tidak masalah. Yang akan menjadi masalah adalah ketika dalam waktu bersamaan seseorang meyakini dan mempercayai ada sesuatu dibalik benda pusaka itu yang jadi masalah.

Baiknya agar tidak terjerumus dengan sikap dan tindakan syirik lebih baik jauhi. Syaitan akan dengan berbagai macam cara menggoda agar seseorang masuk dalam jerat syirik.

Hal ini pernah terjadi pada masa Isa Alaihissalam, dimana para rahib dan orang suci diperlakukan seperti tuhan. Seperti tergambar dalam surat Attaubah [9]

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَّا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. QS. Attaubah [9]: 31

#4. MAHA SUCI ALLAH DARI SIFAT BURUK

Disaat manusia dalam terpuruk dan tidak memiliki keyakinan dan aqidah yang cukup kuat maka berhati-hatilah dengan keluh kesah yang berlebihan. Menganggap “Allah tidak adil”, “Allah membenci dirinya” dan sifat-sifat buruk lainnya yang dialamatkan kepada Allah.

Sifat buruk tentu bukan sifat Allah. Manusialah yang tidak mampu menyikapi kebijaksanaan dan keputusan Allah dengan keimanan.  Sekali lagi dalam hal ini Allah juga berbeda dengan sifat-sifat yang ada dalam manusia. Allah tentu akan berbeda dengan makhluq-Nya (مخالفة للحوادث).

Untuk mengantisipasi rasa seperti ini pada diri kita. Maka ada tiga langkah yang harus dilakukan.

#1. Berbaik sangka pada Allah. Allah adalah maha penyayang (Ar-Rahim dan Ar-Rahim- Silakan lihat pembahasan Asmaulhusna ke 1 dan 2). Allah memiliki banyak skenario yang terkadang skenario itu tidak pernah terlintas. Sekenario-Nya “sangat halus” dan terkadang untuk menuju tujuan A tidak langsung menuju tujuan yang dimaksud. Tapi dibawa dulu ke B, C bahkan G yang letaknya lebih jauh. Pastinya Allah lebih tahu dengan apa yang makhluq-Nya kehendaki. Bisa jadi tujuan B dan C adalah modal kuat untuk menuju tujuan A. Maka wajib kepada Allah untuk berprasangka baik.

#2. Tambah rasa syukur. Ungkapan syukur tidak harus ketika mendapatkan apa yang kita inginkan. Karena pada hakikatnya baik dan buruk adalah persepsi manusia dimata Allah itu adalah pilihan terbaik. Maka bersyukur kepada Allah tidak harus menunggu kondisi seseorang mendapatkan apa yang ia inginkan.

#3. Tebalkan keimanan. Senantiasa beribadah pada Allah dalam rangka menjaga keimanan. Keimanan itu bisa bertambah dan bisa berkurang. Satu waktu keimanan seseorang bisa merosot drastis tapi dilain waktu keimanan seseorang naik drastis. jaga keimanan pada kondisi tetap terjaga dan terkontrol dengan selalu beribadah kepada Allah dan letakan Allah di sanubari dengan menyebut namanya (berdzikir)

#5. Maha suci Allah dari sifat kekurangan. Sama halnya dengan sifat buruk. Allah juga terhindar dari sifat kekurangan. Kekurangan dan keterbatasan adalah sifat manusia. Juga sebenarnya bukan kurang tapi merasa kurang.

Ketika Allah belum mengabulkan segala permintaan yang dipinta hambanya maka, bukan berarti Allah tidak mendengar apa yang dipanjatkan hambanya.

Allah hari ini adalah Allah yang sama ketika 2 malaikat memberi kabar kepada Nabi Ibrahim bahwa dari istrinya Sarah Alaihiassalam akan mendapatkan putra Ishaq (1761 SM – 1638 SM)

وَامْرَأَتُهُ قَائِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ وَمِن وَرَاءِ إِسْحَاقَ يَعْقُوبَ

Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’qub. QS. Hud [11]: 71

Betapa panjang penantian Ibrahim dan Sarah ketika menantikan seorang anak. Pada saat ukuran manusia tidak memungkinkan lagi Sarah untuk hamil (Sarah berusia lanjut – 90 tahun). Maka atas kehendaknya Ishak lahir.

Allah hari ini adalah Allah yang sama ketika Nabi Musa Alaihiassalam menyebrang laut yang telah Allah belah, sekaligus mebinasakan Firaun (Ramses II – 1279–1213 SM)

وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَأَنجَيْنَاكُمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan. QS. Al-Baqarah [2]: 50

Dan Allah yang sama ketika Dawud Alaihiassalam mengalahkan Jalut (David and Goliat)

فَهَزَمُوهُم بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُودُ جَالُوتَ وَآتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ

Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam. QS. Al-Baqarah [2]: 251

Dalam sebuah Hadits, salah satu waktu dikabulkan doa adalah ketika sujud. Seperti hadits berikut ini.

 أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu. HR. Muslim. No. 482

Dalam pembahasan Nama Allah yang ke 4 ini ada beberapa hal yang bisa kita simpulkan

  1. Allah Maha Suci. IA suci dan terpelihara dari sifat-sifat makhluk nya. Tidak ada yang mampu menyertai Nya.
  2. Akidah. Berbicara akidah adalah berbicara keyakinan. Maka tidak ada kompromi jika Islam membicarakan Aqidah dan Tauhid.
  3. Allah maha suci dari keyakinan selain Allah. Allah sebagai Illah (Tuhan) tidak boleh disekutukan olah keyakinan dan kepercayaan/ agama manapun.
  4. Allah maha suci dari persamaan dengan makhluk-Nya. Manusia diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna. Allah sebagi pencipta tentu lebih sempurna
  5. Allah maha suci dari sifat kekurangan. Allah maha mendengar. Andai seluruh manusia naik ke bukit dan memanjakan Doa pasti Allah Subhanahuwatalla mampu mendengar seluruh doa hambanya.
  6. Allah maha suci dari sifat kelemahan. Allah mampu mewujudkan apa saja tanpa dukungan dan bantuan siap pun, hanya dengan “Kun fa Yakun “.
SEMOGA BERMANFAAT

Terus dan senantiasa berdzikir dengan mengucapkan

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Subhanallah wa bihamdihi subhaanallaahil azhim

“Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung”

Related Post

Asmaul Husna – Assalam – Pemberi Keselamatan (5/99... Nomor. 5Nama. AssalamArti. Allah yang memberi keselamatanArab. السَّلاَمُInggris. The Embodiment of PeaceMakna. Allah Subhanahu Wa...