5 Pertanyaan tentang umur
Umur dalam pandangan islam

Usia panjang adalah sebuah berkah dan bentuk kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta’la kepada hambanya. Kasih sayang yang dimaksud adalah diberikannya kesempatan kepada seorang Mu’min untuk terus berkarya (beramal). Ia melakukan pekerjaan yang betul-betul bermanfaat. Bermanfaat buat dirinya, keluarganya dan lingkuannya.

Hal itu senada dengan ucapan Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat. HR. Ibnu Maja. No. 3966

Sebaliknya jika seseorang menyia-nyiakan waktu yang diberikan yang begitu berharga maka penyesalan yang akan ia dapatkan. Memang penyesalan akan selalu datang terlambat.

Penyesalan mendalam digambarkan dalam surat Al-Muminun [23].

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan. QS. Al-Muminun [23]:99-100.

LIMA PERTANYAAN TENTANG USIA

Ada lima pertanyaan yang akan ditanyakan kepada seseorang kelak diakhirat. Pertanyaan itu tertulis dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud.

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ

Dari Ibnu Umar dari Ibnu Mas’ud dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Kaki Anak Adam tidaklah bergeser pada hari Kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal; [1]tentang umurnya untuk apa dia habiskan, [2] tentang masa mudanya untuk apa dia pergunakan, [3] tentang hartanya dari mana dia peroleh dan [4] kemana dia infakkan dan [5] tentang apa yang telah dia lakukan dengan ilmunya. HR. Tirmidzi No. 2340

Dari hadits diatas ada lima pertanyaan yang akan dipertanyakan sekaligus dipertanggungjawabkan berkait dengan apa yang dilakukan sewatu di dunia. Pertanyaan itu adalah

#1. Umur. Untuk apa usia yang telah diberikan. Untuk kebaikan atau untuk keburukan. Untuk hal yang bermanfaat atau untuk hal yang sia-sia
#2. Masa Muda. Untuk apa masa mudanya digunakan. Kenapa masa muda? Masa muda yang dimaksud adalah masa dewasa. Jika laki-laki ketika memasuki masa baligh. Masa mudalah yang akan dituai kelak memasuki masa tua. Apa yang dilakukan masa muda itulah yang yang didapat pada masa tua
#3. Bagimana harta diperoleh. Dalam seri Hadits Arbain telah banyak membicarakan masalah zuhud dimana objek halal dan haram menjadi perkara yang tidak menarik lagi. Intinya bagimana mengumpulkan keuntungan.
#4. Bagimana harta diperguanakan. Setelah harta didapatkan bagiamana memperlakukan harta. Apa di sedekahkan? Apa untuk perbuatan yang sia-sia?
#5. Ilmu. Pengetauan dan keahlian yang dimiliki. Apakah untuk membantu orang. Mendidik dan mengajar keluarganya. Atau sebaliknya untuk mencelakakan orang. Merancang sesuatu yang sangat dibenci oleh Allah yang maha suci.

Pemaparan diatas telah menjelaskan bagimana poisis pemanfaatan usia. Bagimana usia dikelola dengan baik agar bermanfaat dan berdaya guna untuk dirinya dan keluarganya. Sukur-sukur bisa bermanfaat untuk pihak lebih luas.

SEMOGA BERMANFAAT

Terus dan senantiasa berdzikir dengan mengucapkan
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Subhanallah wa bihamdihi subhaanallaahil azhim
Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung